Home Roda Niaga Kabar Terbaru Soal Solar, Harga Dijanjikan Tak Naik Hingga Akhir Tahun

Kabar Terbaru Soal Solar, Harga Dijanjikan Tak Naik Hingga Akhir Tahun

490
0
SPBU Pertamina - kontraktorspbu_com

Jakarta – Pemerintah mengisyaratkan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar tak akan naik hingga September meski subsidinya dipangkas. Bahkan, hingga akhir tahun.

Kepada sejumlah awak media di komplek DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/6), Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, I.G.N. Wiratmaja Puja menegaskan, pemerintah tengah melakukan simulasi agar harga BBM Solar tak naik hingga September nanti. “Kita akan melakukan sejumlah simulasi supaya harga solar sampai September tetap,” tuturnya.

Bahkan, Wiratmaja mengatakan jika harga minyak dunia jenis Brent tetap berada pada kisaran US$ 50 – 55 per barel dan harga minyak Indonesia (ICP) di posisi US$ 45 – 50, maka harga eceran solar tidak akan berubah hingga akhir tahun. “Tidak akan mengalami kenaikan sampai Desember nanti,” ucapnya.

Tetapi, harga BBM jenis Solar bisa saja berubah atau naik jika harga minyak melonjak tajam. Misalnya harga sudah melampuai US$ 65 per barel.

Sedangkan ihwal kemungkinan besar harga solar tidak akan naik hingga September nanti, Wiratmaja menyebut karena selama kurun waktu Maret hingga Juni ada surplus dari penjualan solar. Seperti diketahui berdasar Peraturan Menteri ESDM Nomor 39 tahun 2015, harga BBM – termasuk solar – dievaluasi setiap tiga bulan sekali.

Wiratmaja juga mengatakan, pemerintah telah bersepakat dengan DPR (komisi VII DPR) memangkas subsidi solar dari Rp 1.000 per liter menjadi Rp 500 per liter. Besaran pemangkasan ini berbeda dengan usulan pemerintah di APBN-P 2016, yakni sebesar Rp 650 per liter sehingga subsidi yang diberikan hanya Rp 350 per liter.

Menteri ESDM Sudirman Said di kantor Menko Perekonomian, Selasa (14/6) mengatakan, pemangkasan subsidi tersebut tidak akan membuat harga solar naik. Sedangkan ihwal usulan pemerintah memangkas subsidi hingga Rp 650 per liter karena besaran itu memungkinkan tidak terjadinya kenaikan harga BBM jenis ini.

“Kenapa diusulkan Rp 650, karena level itu yang memungkinkan harga solar dalam bulan-bulan kedepan tidak perlu naik. Jadi kalau dikatakan subsidi dikurangi kemudian harga naik itu tidak benar,” tegasnya.

Pernyataan ini berbeda dengan sinyalemen yang diberikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Kepada wartawan seusai rapat dengan Badan Anggaran DPR, Senin (13/6) Darmin mengatakan dengan pemangkasan subsidi maka harga jual solar akan naik. “Kalau subsidi itu dikurangi, mau tidak mau harganya naik. Itu juga bisa mendorong harga barang-barang naik walaupun angkanya tidak besar,” ujarnya.

Padahal, penetapan harga baru BBM sesuai dengan peraturan menteri ESDM yakni tiga bulanan akan terjadi pada 1 Juli mendatang. (Ktbr/Ara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here