Home Roda Niaga Jokowi Minta Proyek Tol Bocimi Kelar 2018, Pengusaha Truk Angkat Topi

Jokowi Minta Proyek Tol Bocimi Kelar 2018, Pengusaha Truk Angkat Topi

670
1
Presiden Joko Widodo meninjau proyek tol Bocimi - elshinta_com

Bogor – Presiden minta proyek pembangunan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) yang empat kali groundbreaking namun kemudian terhenti, pengerjaannya rampung pada 2018 mendatang. Terlebih, pemerintah telah mengambil alih konsesi jalan tol itu dari swasta.

Seperti dilansir laman resmi Sekretariat Kabinet, Selasa (21/6), Jokowi pagi tadi meninjau langsung ke lokasi seksi I proyek jalan tol ini, yakni di Kelurahan Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. “Ini akan kita kerjakan. Sudah dimulai seksi I-nya dan pembebasan lahannya sudah 94,7 persen yang seksi I, nanti dilanjutkan ke seksi II, III, dan IV,” tuturnya kepada awak media.

Sejak dicanangkan pada tahun 1997, lanjut Jokowi, jalan tol ini pernah groundbreaking sebanyak empat kali. Namun, sejak itu pula perkembangan pengerjaan belum terlihat alias terhenti.

Sementara, saat ini proyek mulai dikerjakan pada seksi I, dan prosesnya diharapkan selesai pada 2017. “Kalau Seksi I, nanti 2017 selesai,” ucap Jokowi.

Dia menyebut proses pembebasan lahannya telah mencapai 94,7%. Sedangkan untuk keseluruhan yakni seksi I,II,III, dan IV, Jokowi minta rampung pada tahun 2018, meski sebelumnya Waskita Karya selaku kontraktor berjanji akan merampungkannya pada tahun 2019.

Jalan tol Bocimi merupakan tol yang menghubungkan Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Sukabumi Utara, dan Kota Sukabumi. Panjangnya mencapai 53,6 kilometer.

Presiden menegaskan, sejatinya pemerintah memberikan kesempatan kepada swasta untuk menyelesaikan pembangunan jalan tol. Namun, jika mereka tidak segera mengerjakan, maka pemerintah akan mengambil alih. Sebab, pemerintah membutuhkannya, begitu pun dengan masyarakat.

“Ini adalah kemacetan, yang kalau pernah ngerasain yang Bogor-Sukabumi macet, macet, macet. Ini diperlukan,” tandasnya.

Sementara itu, Ayus Yunardi, salah seorang pengusaha angkutan truk dan anggota Asosiasi Pengusaha Jasa Angkutan Truk Indonesia mengatakan, kabar pembangunan tol Bocimi ini menjadi angin segar bagi pengusaha angkutan truk.

“Saya pribadi, dan barangkali teman-teman lain pengusaha angkutan truk angkat topi, jika presiden menargetkan rampung pada tahun 2018. Mengapa, karena dengan adanya jalan tol, maka ongkos operasional juga lebih hemat.

Otomatis, margin pun juga bisa lebih bertambah,” paparnya saat dihubungi Otoniaga.

Menurutnya, selama ini trayek Bogor – Sukabumi sangat macet, terutama di saat hari-hari libur atau ada kegiatan tertentu. Kondisi seperti itu membuat dilematis bagi para pengusaha angkutan, terutama menyangkut tariff yang harus dikenakan ke penyewa angkutan.

“Para penyewa berpatokan pada jarak. Mereka tidak mau tahu kondisi jalan apakah macet atau enggak tidak ada urusan. Padahal, kondisi macet tentu membuat truk boros bahan bakar. Belum lagi biaya-biaya lain. Itulah yang membuat kami terasa terhimpit,” ujarnya.

Sementara bagi pengguna jasa angkutan, kata Ayus, dengan adanya jalan tol tersebut selain membuat barang yang mereka kirim dengan angkutan truk juga cepat sampai ke tujuan. Selain itu, ongkos angkutan bisa ditekan.

“Sebab, biaya logistik di Indonesia itu paling mahal. Karena faktor infrastruktur, juga banyak biaya-biaya tak terduga selama perjalanan maupun di tempat-tempat tertentu,” ucap Ahmad Mukhlison, pengamat ekonomi yang juga pengajar salah satu perguruan tinggi di kota Tangerang, Banten.

Dengan semakiin efisiennya perjalan, terutama karena pembangunan jalan tol, maka selain menekan harga barang yang dibutuhkan masyarakat ekonomi juga akan bisa dipacu. Sebab, dengan adanya penghematan biaya-biaya tersebut, maka dampaknya juga bisa dirasakan masyarakat.

Harga barang yang bisa ditekan atau lebih murah menjadikan masih bisa lebih menjangkau. Muaranya, konsumsi pun meningkat. “Secara teoritis dan fakta yang ada selama ini menunjukan, peningkatan konsumsi mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelas Mukhlison. (Ara/ktbr)

1 COMMENT

  1. It’s the best time to make some plans for the long run and it’s time to be happy.
    I have learn this publish and if I may I desire to suggest you few interesting issues or
    tips. Perhaps you can write next articles regarding this article.
    I want to read more things about it!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here