Masa Depan Biofuel di Indonesia: Menuju Implementasi Biodiesel B30 di 2020

    139
    0
    Mesin Isuzu Elf Common Rail
    Isuzu menjadi salah satu pabrikan kendaraan niaga dengan produk yang siap menggunakan biodiesel B20

    Jakarta, otoniaga.com – Sejak 2004, Indonesia mulai menjadi negara pengimpor minyak, salah satunya akibat produksi minyak Indonesia yang terus menurun, sementara konsumsinya terus meningkat seiring waktu. Karenanya, pemerintah mulai melirik energi baru terbarukan (EBT) untuk ditingkatkan agar dapat mencapai Kemandirian Energi, termasuk penggunaan Biodiesel sebagai salah satu bahan bakar alternatif menjadi salah satu solusi yang mulai diimplementasikan oleh pemerintah Republik Indonesia.

    Target pemerintah, pada 2025 nanti realisasi penggunaan EBT mencapai 23 persen dimana salah satu di antaranya adalah pengadaan bahan bakar biofuel yang ditargetkan mencapai 13,8 Juta Kiloliter. “Salah satu hal penting untuk mencapai hal tersebut adalah dengan penggunaan biodiesel yang bertujuan antara lain untuk mengurangi konsumsi dan impor BBM, memperbaiki defisit neraca perdagangan dan menghemat devisa negara,” papar Agus Saptono, Kasibdit Pelayanan dan Pengawasaan Usaha Bioenergi, Kementrian ESDM, dalam acara Diskusi Pintar Forum Wartawan Otomotif (FORWOT) bersama Isuzu di Jakarta hari ini (27/11).

    Roadmap Kebijakan Biodiesel di Indonesia

    Sejak 2006 lalu, penggunaan biodiesel telah dilakukan di Indonesia dengan pemanfaatan biodiesel B2,5 hingga B7,5 hingga tahun 2010 dilaksanakan pemberlakuan mandatori pemanfaatan biodiesel pada sektor transportasi, industri dan pembangkit listrik dengan penggunaan biodiesel B10, sesuai dengan PerMen ESDM No. 32/2008. Pada tahun 2014 terdapat perubahan pada PerMen ESDM No. 32/2008 dimana target pemanfaatan biodiesel pada tahun 2020 adalah B30, dan mulai dilakukannya uji bersama B20 dengan para stakeholder.

    “Di tahun 2014 kami mulai melakukan uji jalan (road test) penggunaan biodiesel B20 bersama para pabrikan mobil dengan uji ketahanan hingga 40.000 km. Selanjutnya, sepanjang 2015 – 2016 kami pun telah melakukan sosialisasi dan road show B20 di pulau Sumatera, Jawa dan Bali, hingga kemudian diimplementasikan penggunaan B20 di tahun 2016,” terang Agus.

    Saat ini aplikasi biodiesel B20 telah dilakukan di seluruh Indonesia, termasuk perluasan insentif penggunaan biodiesel ke pengguna Non-PSO (Public Service Obligation) mulai 1 September 2018 lalu. Bahkan saat ini, penggunaan biodiesel B20 juga tengah diujikan pada lokomotif yang digunakan oleh PT KAI. Dalam aplikasinya, nyaris tak ada kendala sama sekali yang dikeluhkan oleh para pengguna di berbagai sektor, mulai dari sektor otomotif, sektor alat berat dan sektor kereta api.

    “Di sektor otomotif, pada gelaran GIIAS 2018 bulan Agustus lalu, pihak GAIKINDO telah melakukan deklarasi bahwa industri otomotif Indonesia siap mendukung program B20. Hingga saat ini dari sektor otomotfi sendiri tak ada kendala berkaitan dengan penerapan penggunaan B20. Hal yang sama juga dilaporkan di sektor alat berat dan kereta api. Hanya di sektor alutsista dan perkapalan yang dalam implementasinya masih ada yang menggunakan B0,” ujar Putu Julia Ardika, Direktur Alat Transportasi Maritim dan Alat Pertahanan, Kementrian Perindustrian.

    Selanjutnya, mulai 2019, pemerintah melalui Kementrian ESDM telah menyusun rencana untuk mulai melakukan roadtest pengujian B30 dengan jarak tempuh hingga 60.000 km. Selain itu, pada tahun yang sama juga diharapkan telah terbit SNI B100 untuk implementasi pada B30 yang akan dimulai 2020.