Home Rest Area SMS-an Saat Nyetir, Sopir Truk Ini Terancam Kehilangan Pekerjaan

SMS-an Saat Nyetir, Sopir Truk Ini Terancam Kehilangan Pekerjaan

307
0
ilustrasi truk

Chesire – Kepolisian wilayah Chesire, Inggris, awal bulan ini menangkap sopir truk yang kedapatan mengemudi sambil SMS-an dengan dua telepon sekaligus. Padahal, saat itu jalanan tengah ramai. Akibatnya, polisi mendenda dan memberi poin pelanggaran tinggi yang bisa berujung larangan mengemudi.

Sejumlah media setempat melaporkan, pria itu menggunakan dua handphone (hape) sekaligus. Satu hape untuk menelepon, dan sebuah lainnya di tangan kanan untuk mengirim pesan.

Aksi sopir yang tak disebutkan namanya itu terungkap saat kamera CCTV di jalan raya M6 Chesire. Selain itu, salah seorang pengguna jalan lainnya yang juga berada di sekitar truk sempat merekam dan melaporkannya ke pihak berwenang.

Walhasil, sang sopir tak berkutik saat polisi menghentikan laju kendaraannya dan menyodorkan bukti rekaman tersebut. Kepadanya petugas mengatakan, apa yang dia lakukan membahayakan orang lain dan diri sendiri, bahkan sangat fatal akibatnya.

Sontak, para netizen di Inggris pun ramai-ramai mengecam tindakan sopir tersebut. Dia menjadi bulan-bulanan di ranah maya. “Bertindak Bodoh”, “Orang Idiot Tak Bertanggungjawab”, begitu khalayak mem-bully.

Royal Automobile Club (RAC) Foundation, sebuah lembaga riset tentang kebijakan transportasi dan ekonomi di Inggris pun mengamini pernyataan petugas.

sopir-truk-kedapatan-tengah-menggunakan-dua-hape-ber-sms-sembari-menyetir“Penelitian kami menunjukkan bahwa menggunakan ponsel untuk menulis teks (SMS-an) saat menyetir menyebabkan reaksi atau reflek pengemudi melambat. Bahkan (hilangnya konsentrasi dan lambatnya reflek) seperti orang yang mabuk alkohol,” tutur Steve Gooding, direktur lembaga itu.

Maklum, saat menulis teks fokus perhatian sopir lebih kea pa yang harus dia tulis. Menulis pesan bukan sekadar menekan tombol huruf di hape. Lebih dari itu, mereka juga memikirkan apa yang akan dia sampaikan kepada penerima pesan.

Walhasil, konsentrasi terpecah. Sensorik pada otak berpotensi lambat dalam memberi sinyal kepada syaraf motorik agar anggota tubuh melakukan reflek saat terjadi sesuatu di sekitarnya. Hanya, tak disebutkan, berapa jumlah kecelakaan yang terjadi sebelumnya akibat sopir ber-sms ria.

Namun, yang pasti, kepolisian Inggris mengatakan, selama 16 bulan terakhir banyak sekali perilaku ceroboh para pengguna kendaraan di Inggris. Salah satu contohnya, kepolisian telah memberi sanksi kepada pengemudi mobil yang sambil minum kopi sembari nyetir. Konyolnya, dia menaruh teko berisi air panas di atas dashboard kendaraan

Pada kasus lain, polisi memberi poin pelanggaran tinggi kepada seorang pengendara motor yang kedapatan nonton tayangan di sebuah DVD player kecil yang dipasang pada setang persis di atas cluster meter.

Dan yang pasti, sederet pelanggaran itu, merupakan bagian dari 2.700 orang yang disetop Polisi gara-gara melanggar aturan berlalu-lintas. Diantaranya, mengemudi sembari menggunakan telepon genggam. (Ara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here