Home Kendaraan Niaga Truk Ini Penyerap Truk Mitsubishi Fuso di Indonesia

Ini Penyerap Truk Mitsubishi Fuso di Indonesia

439
0

Jakarta – Hingga saat ini, sektor logistik/bahan kebutuhan pokok menjadi segmen terbesar penyerap truk Mitsubishi Fuso. Sedangkan Jawa merupakan wilayah terbesar penyerapan truk tersebut.

“Sampai saat ini kontribusi sektor logistik/consumer goods dalam penyerapan truk Mitsubishi Fuso mencapai 50 persen. Kemudian infrastruktur 25 persen, sedangkan pertambangan dan perkebunan sebesar 25 persen juga,” tutur Public Relation & Promotion Head Mitsubishi Fuso Truck & Bus Corporation (MFTBC) PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Sudaryanto, kepada Otoniaga, melalui pesan singkat, Selasa (18/10).

Besarnya kontribusi sektor logistik terhadap penyerapan truk dikarenakan karakternya yang lebih tahan terhadap berbagai kondisi perekonomian. Terlebih, bahan pangan atau konsumsi tidak mengenal kondisi krisis.

Hal itu berbeda dengan sektor pertambangan, perkebunan, serta konstruksi atau infrastruktur. “Terlebih, dalam beberapa tahun terakhir sektor pertambangan menghadapi masalah adanya kebijakan dari pemerintah yang melarang ekspor bahan mentah khususnya bahan tambang,” kata pria yang akrab disapa dengan Totok itu.

Sementara sektor perkebunan juga menghadapi kondisi yang tak kalah berat. Harga komoditas pasar internasional yang merupakan pasar terbesar sektor itu masih belum membaik sejak beberapa tahun lalu hingga kini.

“Selain itu, sektor ini juga menghadapi persoalan kebakaran lahan, kemudian beredarnya pupuk dan benih palsu (sawit). Sehingga, masa panen mundur dari musim yang semestinya,” ucap Totok.

Data Mitsubishi Indonesia juga menunjukkan, pulau Jawa masih menjadi wilayah penyerap truk Mitsubishi Fuso terbesar. Sepanjang tahun 2014 misalnya, penyerapan di wilayah ini mencapai 60 persen dari total penjualan.

Di tahun yang sama wilayah Sumatera menyerap 25 persen. Sedangkan kawasan Indonesia Bagian Timur (IBT) 15 persen.

Pada tahun berikutnya, masing-masing wilayah menyerap 56 persen, 28 persen, dan 16 persen. Sedangkan pada tahun ini, hingga September lalu, penyerapan di tiga wilayah ini mencapai 58 persen, 25 persen, dan 17 persen.

Ihwal tingginya penyerapan di Jawa, tidak lepas dari jumlah populasi di Jawa yang dominan secara jumlah dibanding wilayah lain di Indonesia. Terlebih, industri manufaktur juga masih terkonsentrasi di wilayah ini.

Fakta lain juga menunjukkan, sekitar 70 – 80 persen logistik di Indonesia terutama Jawa diangkut melalui jalur darat. “Pengangkutan logistik di Jawa masih 70 persen lebih menggunakan jalur darat atau truk. Sebab, jalur ini masih lebih murah ketimbang kereta api dan laut. Terlebih bisa menjangkau hingga door to door. Sebab, konsumen (pengguna jasa angkutan) pinginnya end to end cost,” tutur Wakil Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Kyatmaja Lookman.

Sementara, truk Mitsubishi terlaris hingga saat ini adalah varian Mitsubishi Colt Diesel. Tercatat, hingga September lalu secara kumulatif truk ini di Indonesia telah mencapai 991.389 unit. (Ara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here