Home Kendaraan Niaga Truk Tema Pariwisata Mengantar Truk Canter Milik Basori Jadi Juara KAMT...

Tema Pariwisata Mengantar Truk Canter Milik Basori Jadi Juara KAMT 2016

7124
0
Modifikasi Truk Dewata Basori Juara KAMT 2016

Jakarta – Mengusung tema ‘Pesona Pariwisata Indonesia’ dan konsep modifikasi simpel tapi elegan, truk Mitsubishi Canter milik Basori dinobatkan sebagai First Runner Up King of Kontes Akbar Modifikasi Truk (KAMT) 2016. Menariknya, hanya berselang beberapa jam, truk tersebut telah dibeli seorang pecinta truk dengan banderol Rp 220 juta.

“Alhamdulillah, setelah dinyatakan sebagai pemenang di KAMT 2016 yang berlangsung di Yogyakarta (Satdion Maguwoharjo) langsung laku. Sudah ditunggu calon pembeli dengan harga Rp 220 juta tanpa audio dan jok,” tutur Basori kepada Otoniaga melalui pesan singkatnya, Selasa (27/9).

Menurutnya, pembeli – yang tak mau disebutkan namanya – itu datang secara tiba-tiba. Sehingga, Basori cukup terkejut ketika ada tamu dan mengutarakan minat untuk meminang truknya yang baru saja menyabet gelar juara ini.

Ihwal tema pariwisata untuk mendandani truk Mitsubishi Canter tahun 2010 itu, Basori mengaku bukanlah kebetulan. Sebab, dia telah terlebih dahulu melihat berbagai fenomena yang ada di masyarakat.

Kebetulan, lanjutnya, pemerintah saat ini tengah menggalakkan sektor pariwisata. Sedangkan Indonesia memiliki seabrek destinasi wisata di berbagai penjuru Tanah Air, salah satunya Bali.

“Ini yang menjadi tujuan masyarakat, dan tidak hanya masyarakat lokal Indonesia saja tetapi juga masyarakat dunia. Karena itulah, kami mengusung tema yang tengah menjadi perhatian dunia. Ya, itung-itung membantu promosi wisata Indonesia,” paparnya.

Sedangkan soal konsep modifikasi yang simple namun elegan, Basori punya alasan tersendiri. Dia menyebut, truk memiliki tugas dan fungsi sebagai sarana untuk mencari nafkah sebagai sarana angkutan barang.

Modifikasi Truk Dewata Basori Juara KAMT 2016 05 www.otoniaga.com
Modifikasi Truk Dewata Basori Juara KAMT 2016 www.otoniaga.com

“Oleh karena itu dengan konsep yang simpel, berarti truk harus fungsional untuk digunakan sehari-hari. Kedua, dengan gaya yang simple itu maka saat membersihkannya, terutama bagian kolong juga lebih mudah,” terang pria kelahiran 35 tahun lalu itu.

Oleh karena itu, Basori tak mengubah paras truk secara berlebihan seperti kebanyakan modifikator yang mengadopsi gaya tampilan ala truk besar seperti Scania, Mercedes-Benz, Volvo, MAN, UD Truck dan lain-lain. Dia tetap mempertahankan standar Mitsubishi Canter dengan sedikit menambahi aksesoris seperti kotak persis di bagian atas lampu utama.

Tambahan lain yang cukup mencolok namun tak mengubah jatidiri truk Mitsubishi adalah strobo di depan kabin. Untuk lighting dia menggunakan LED full set, lampu utama sudah HD yang komponen ballastnya sudah diperbesar.

Agar tampilan lebih ciamik, Basori menggunakan lampu Toyota Fortuner yang telah diubah menjadi LED Bar untuk bagian belakang. Alasannya mengikuti trend.
Masih di bagian belakang – dan merupakan bagian yang menjadi sentral dari tema modifikasi – bak truk yang didominasi kelir merah itu digambari gadis Bali yang tengah menari Tari Legong. Untuk lukisan ini, Basori mempercayakan kepada Nikita Art Lamongan.

“Proses pengerjaanya butuh waktu 12 jam, dan dikerjakan secara manual di tempat. Nikita Art Lamongan memang spesialis lukisan yang kualitas dan kredibilitasnya diakui. Sedangkan bak truk memang sudah dari awal dirancang seperti ini,” kata dia.

Meski sudah cukup lama, bak truk tersebut masih kelihatan cling. Bak tersebut, lanjut Basori, dibuat dari bahan KayuSuper, namun proses pengerjaanya dia mempercayakan ke karoseri SK JAYA. “Soalnya, karoseri ini memang ahli bak yang diakui. Sebab, proses penyatuan antara cat dengan bak dari bahan kayu tersebut tidak mudah. Butuh keterampilan tersendiri,” ucapnya.

Menguatkan tema pariwisata pada bagian depan truk ditulisi ‘Dewata’ yang berarti pulau Bali. “Karena pulau Bali itu kan ikon pariwisata Indonesia, dengan lukisan di bak belakang dan warna merah saya kira cukup mewakili karakter khas kultur Bali. Dan ternyata juri juga sependapat,” terang Basori.

Jika ditotal, waktu yang dibutuhkan untuk pengerjaan modifikasi itu sekitar dua minggu. Adapun kocek yang harus dirogoh Basori Rp 100 juta lebih. Namun, itu tak termasuk audio dan jok ala sport Recaro.

Kini, truk yang sebelumnya dipakai untuk mengangkut buah dari Surabaya ke Bandung itu telah dimiliki orang lain. Basori pun mulai ancang-ancang untuk memodifikasi truk lainnya yang di garasinya ada tiga unit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here