Home Kendaraan Niaga Bus Bus Hybrid Bikinan Scania Diminati Operator Bus Spanyol

Bus Hybrid Bikinan Scania Diminati Operator Bus Spanyol

685
1

Wolfsburg – Pabrikan truk dan bus milik Volkswagen, Scania, mulai Juni mendatang mengirimkan 55 unit bus hybrid pesanan beberapa operator transportasi bus di Madrid, Spanyol. Bus ini diklaim jauh lebih irit dari sisi biaya operasional sekaligus lebih ramah lingkungan karena tingkat emisi gas buang lebih rendah.

Pernyataan Scania beberapa waktu lalu menyebut, pemerintah kota Madrid telah melarang kendaraan penumpang atau kendaraan umum yang memiliki tingkat emisi Nitogen Oksida (NOx) lebih dari batas yang telah ditentukan. Sementara, sejak 2010 lalu, pemerintah telah melarang bus bermesin diesel masuk ke wilayahnya.

Walhasil, mau tak mau, operator bus mencari alternatif bus yang memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh peraturan. Terlebih pemerintah juga memberi iming-iming .

Jika 20 persen dari armada yang dimiliki oleh perusahaan operator bus berbahan bakar gas, berteknologi hybrid, atau menggunakan sumber tenaga dari listrik, maka kontrak mereka untuk untuk melayani kebutuhan angkutan umum di seluruh wilayah kota akan diperpanjang. Begitu pun sebaliknya

Fakta itulah yang kemudian mendorong perusahaan operator bus memilih bus berteknologi hybrid. Sedikitnya ada tujuh operator bus atas nama konsorsium yang memesan bus hybrid dari Scania Consorcio Regional de Transportes de Madrid.

Ketujuhnya memegang tanggung jawab untuk transportasi umum di wilayah Madrid. Operator pertama akan Alsa (Nat-Ex), diikuti oleh Samar, Avanza (ADO) dan DBlas (Arriva). Total order meliputi 34 unit bus ukuran 12,7 meter berpenggerak roda 4×2 , selain itu 17 unit ukuran 14,8 meter berpenggerak 6×2 , dan sisanya 4 unit bus ukuran kecil.

Bus-bus ini bisa melaju dengan kecepatan hingga 100 km/ jam. Bus ukuran besar mengusung mesin diesel 9.000 cc yang bertenaga 320 hp dan motor listrik. Tenaga yang disemburkan motor listrik diklaim mencapai 150 kW.

Arus listrik untuk menggerakan bus disimpan dalam baterai ion-lithium berkapasitas yang disimpan pada bagian atap.

Menariknya, dengan teknologi anyar yang diciptakan para insinyur Scania, mesin bus itu mampu menenggak minyak biodiesel dan hydro vegetable oil.

Keunggulan lain yang ditawarkan adalah, konverter DC / DC, perangkat stop-start mesin – yakni mesin akan mati di saat bus berhenti di depan lampu isyarat lalu-lintas, serta eco-roll. Dengan penggunaan fitur tersebut, maka konsumsi bahan bakar lebih hemat. (Ara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here